Selasa, 09 Juli 2013

Penggolongan Arsip Berdasarkan Fungsinya



Pada tulisan sebelumnya telah dibahas mengenai pengertian arsip. Arsip itu mempunyai fungsi yang membantu kita dalam bekerja. Nah, pada bahasan kali ini Anda akan mengetahui fungsi arsip itu secara lebih detail.
 
Menurut fungsinya, arsip dibedakan menjadi 2 macam, yaitu arsip dinamis dan arsip statis.

1.   Arsip Dinamis.
      Adalah arsip yang digunakan secara langsung dalam kegiatan organisasi/perkantoran sehari-hari. Arsip dinamis dibagi lagi kedalam 3 macam, yaitu:
  • Arsip aktif, ialah arsip yang masih sering digunakan bagi kelangsungan kerja;
  • Arsip semi aktif, yaitu arsip yang frekuensi penggunaannya sudah mulai menurun;
  • Arsip inaktif, adalah arsip yang jarang sekali dipergunakan dalam proses pekerjaan sehari-hari.

2.   Arsip Statis
Adalah arsip yang sudah tidak dipergunakan secara langsung dalam kegiatan perkantoran sehari-hari namun tetap harus dikelola/disimpan berdasarkan pertimbangan nilai guna yang terkandung di dalamnya.

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2009 Tentang Kearsipan Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 Poin 3 sampai dengan 7 dijelaskan mengenai beberapa pengertian arsip sebagaimana disebutkan di atas, yaitu:
1.    Arsip dinamis adalah arsip yang digunakan secara langsung dalam kegiatan pencipta arsip dan disimpan selama jangka waktu tertentu.
2. Arsip vital adalah arsip yang keberadaannya merupakan persyaratan dasar bagi kelangsungan operasional pencipta arsip, tidak dapat diperbarui, dan tidak tergantikan apabila rusak atau hilang.
3.    Arsip aktif adalah arsip yang frekuensi penggunaannya tinggi dan/atau terus menerus.
4.    Arsip inaktif adalah arsip yang frekuensi penggunaannya telah menurun.
5.    Arsip statis adalah arsip yang dihasilkan oleh pencipta arsip karena memiliki nilai guna kesejarahan, telah habis retensinya, dan berketerangan dipermanenkan yang telah diverifikasi baik secara langsung maupun tidak langsung oleh Arsip Nasional Republik Indonesia dan/atau lembaga kearsipan.


Bersambung…Penggolongan Arsip Menurut Nilai atau Kegunaannya






Rabu, 19 Juni 2013

Apakah Data Capture Itu?



Data capture adalah identifikasi dan ekstraksi data dari dokumen yang dipindai, dikirim ke alur kerja untuk routing dan merupakan bagian dari proses bisnis. Masukan data dapat dilakukan dengan beberapa cara, termasuk dengan entri data. Dalam entri data, data yang ditempatkan dipilih dari database oleh manusia dengan menggunakan perangkat seperti mouse, keypad, keyboard, layar sentuh, atau sebaliknya, dengan perangkat lunak pengenalan suara. Pada data capture tidak ada entri data. Sebaliknya, data dikumpulkan dalam hubungannya dengan kegiatan terpisah.

Perangkat lunak data capture lebih kompleks dan bernilai karena menangkap data dengan spesifik, menargetkan data - biasanya dari bentuk yang diperlukan untuk mendukung proses bisnis. Sebagai perbandingan, OCR adalah konversi dasar informasi alfanumerik yang dipindai menjadi mesin bentuk digital yang dapat dibaca.

Salah satu perangkat yang terlibat dalam metode ini mencakup checkout supermarket dilengkapi dengan pembaca barcode. Pembaca ini adalah perangkat elektronik yang menggunakan sinar laser untuk memindai barcode.
Dikategorikan sebagai non-kontak otomatis perangkat data capture dan harus dekat dengan bahan yang discanning untuk membacanya. Dalam kasus faktur, data capture sendiri tidak mengidentifikasi di mana bagian informasi penting (vendor, alamat, item, harga, syarat pembayaran, dan sebagainya) berada di halaman.

Selain itu, data hasil capture tergantung pada kualitas gambar dari dokumen yang dipindai. Dokumen yang telah diwarnai atau bermotif latar belakang, yang telah ditandai dengan pena stabilo, atau yang bengkok ketika dipindai dapat menghasilkan hasil OCR
yang kurang bagus. Memperbaiki hasil yang buruk berarti baik menyesuaikan pengaturan pemindai dan rescanning dokumen (mungkin beberapa kali) atau secara manual memasukkan ke dalam koreksi data elektronik.

FB : srirezeki_juntak@yahoo.com