
- Komunikasi yang jelas mengenai arti dan pentingnya sebuah kebijakan keamanan untuk disusun dan ditaati oleh seluruh pemangku kepentingan perusahaan;
- Definisi yang jelas dan ringkas mengenai aset informasi apa saja yang harus diprioritaskan untuk dilindungi dan dikelola dengan sebaik-baiknya;
- Penentuan ruang lingkup pemberlakukan kebijakan yang dimaksud dalam teritori kewenangan yang ada;
- Jaminan adanya sanksi, perlindungan, dan penegakan hukum terhadap para pelaku yang terkait dengan manajemen informasi sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku;
- Adanya pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas terhadap personel atau SDM yang diberikan tugas untuk melakukan kegiatan pengamanan informasi;
Penyusunan dokumen atau referensi panduan bagi seluruh pemangku kepentingan dan
pelaku manajemen keamanan informasi untuk menjamin penerapan yang efektif;
dan7. Partisipasi aktif dan intensif dari manajemen atau pimpinan puncak
organisasi untuk mensosialisasikan dan mengawasi implementasi kebijakan
dimaksud. Peranan dan Tujuan Keberadaan Kebijakan Keamanan Secara prinsip
paling tidak ada 2 (dua) peranan penting dari sebuah dokumen kebijakan
keamanan, yaitu:
- Untuk mendefinisikan dan memetakan secara detail aset-aset informasi apa saja yang harus dilindungi dan dikelola dengan baik keamanannya; dan
- Untuk mereduksi atau mengurangi resiko yang dapat ditimbulkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar